Senin, 09 Januari 2012

7 Kebiasaan Ini Perpanjang Harapan Hidup

sudah siapkah Anda untuk mengubah kebiasaan buruk menjadi gaya hidup yang sehat?
Berikut ini adalah 7 (tujuh) hal yang harus Anda ketahui dan lakukan untuk memperpanjang harapan hidup:
1. Mengetahui dan mengendalikan kadar kolesterol
Setiap kali mendengar kata kolesterol, yang ada di bayangan kita mungkin sebuah kondisi tersumbatnya aliran pembuluh darah dan operasi by-pass (pada jantung). Tingginya kadar kolesterol merupakan faktor utama pencetus obesitas yang bisa berdampak pada komplikasi penyakit seperti diabetes, jantung, dan stroke. Mengendalikan kadar kolesterol melalui pemeriksaan rutin dan pola diet seimbang adalah langkah bijaksana agar terhindar dari risiko penyakit.
2. Lakukan cek kesehatan
Melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin penting untuk menghadapi masalah kesehatan yang tak terduga. Semakin dini dideteksi, maka semakin besar pula kesempatan untuk sembuh. Jadi, jangan tunggu sampai sakit baru Anda melakukan pemeriksan. Terlepas dari berapa usia Anda, pemeriksaan medis harus menjadi prioritas, utamanya jika Anda memiliki masalah kelebihan berat badan, merokok atau punya kebiasaan konsumsi alkohol.
3. Ketahui dan kontrol tekanan darah
Tekanan darah tinggi (hipertensi) adalah keluhan yang umum dialami baik pria maupun wanita. Masalah hipertensi biasanya rentan diderita oleh individu yang mengalami obesitas, sering stres atau cemas, pencandu alkohol, penderita diabetes, dan perokok. Tidak ada gejala mencolok dari penyakit ini sehingga sebagian besar terjadi tanpa disadari. Oleh karena itu, penting untuk melakukan pemeriksaan tekanan darah (tensi) minimal sekali dalam kurun waktu tiga bulan. Hipertensi sering dihubungkan dengan stroke, jantung, gagal jantung, dan serangan penyakit ginjal.
4. Hindari makan berlebihan
Ketika seseorang menyukai makanan, mereka akan menganggap makan secara berlebih sebagai suatu yang wajar. Menghindari makan berlebih merupakan strategi yang paling tepat untuk membantu menurunkan berat badan secara alami.
5. Mengelola diabetes
Jika Anda berpikir bahwa diabetes merupakan penyakit orang tua, itu sesuatu yang keliru. Diabetes adalah konsekuensi akibat kelebihan berat badan dan pilihan gaya hidup yang buruk. Kondisi ini dapat terjadi pada individu usia muda 20 tahun. Kabar baiknya adalah penyakit diabetes tipe 2 dapat dicegah dengan mengikuti gaya hidup sehat, mencakup berolahraga secara teratur, menghindari stres, diet sehat, dan rutin cek kesehatan.
6. Bebas rokok
Merokok meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular 2-4 kali dan memengaruhi organ penting lain di dalam tubuh. Rokok tidak hanya meningkatkan faktor risiko kesehatan pemakainya, tetapi juga memengaruhi orang yang berada di sekitar mereka. Dengan mengurangi faktor risiko karena merokok, 80 persen kematian dini karena masalah jantung dapat dihindari. Tidak hanya itu, Anda juga dapat meningkatkan kondisi kesehatan secara keseluruhan.
7. Masak sehat
Di tengah banyaknya pilihan makanan siap saji dan junk food di pasaran, tidak ada salahnya Anda belajar dasar-dasar metode memasak yang sehat. Cara yang paling efektif untuk mengelola berat badan Anda adalah melalui memasak makanan sehat yang dibuat di rumah.

Mengapa Ada Orang yang Bisa Berumur 110 Tahun?

Panjang pendeknya usia seseorang memang misteri. Meski begitu kita tetap dapat merawat kesehatan yang dimiliki agar hidup yang dijalani lebih berkualitas dan tentu saja harapannya panjang umu
Sebagian orang yang mampu mencapai usia di atas 100 tahun (supercentanarians) ternyata juga memiliki gen-gen yang mencetuskan penyakit seperti halnya pada populasi umum. Akan tetapi mereka diberkati dengan gen yang bersifat melindungi sehingga mereka bisa berumur panjang.

Kelompok supercentanarians memang langka, jumlahnya hanya satu per lima juta penduduk. Para ilmuwan di Amerika Serikat yakin faktor genetik berperan penting mengapa ada orang-orang yang mampu hidup selama itu.

Dalam riset yang diklaim yang pertama kali ini, para ilmuwan menganalisa seluruh urutan gen pria dan wanita yang hidup sampai usia 114 tahun dan menemukan mereka juga memiliki gen yang berkaitan dengan penyakit seperti orang lain yang hidupnya lebih singkat.

Misalnya saja, para pria berumur panjang tersebut juga memiliki 37 mutasi genetik yang berkaitan dengan risiko kanker kolon.

"Faktanya di usia lebih dini ada hal yang menghalangi terjadinya kanker kolon tersebut sehingga tidak bermanifestasi," kata ketua peneliti Dr.Thomas Perls, direktur New England Centenarian Study.

Sementara itu pada kelompok wanita juga ditemukan berbagai variasi gen yang berkaitan dengan penyakit seperti kanker, Alzheimer dan penyakit jantung. Sebagian menderita gagal jantung dan penurunan kemampuan kognitif, tetapi kondisi itu baru muncul setelah mereka berusia 108 tahun.

"Seperti halnya populasi umum, para centenarian ini juga memiliki gen penyakit. Bedanya mereka memiliki varian gen yang bisa menghentikan munculnya penyakit. Akibatnya penyakit itu tidak jadi muncul atau penyakitnya muncul tetapi tidak ganas dan ada juga yang timbul di akhir usia," kata Perls.

Fungsi Otak Menurun Mulai Usia 45 Tahun

Selama ini, fungsi kognitif otak diyakini mulai berkurang saat seseorang memasuki usia 60 tahun. Namun, penelitian terbaru tim Universitas College London (UCL) menunjukkan, fungsi otak mulai menurun di usia 45 tahun.
Tim meneliti 5.198 pria dan 2.192 wanita pegawai negeri sipil Inggris berusia 45-70 tahun selama tahun 1997-2007. Dari uji memori otak, kemampuan mengingat kosakata hingga kemampuan memahami melalui audio dan visual, terlihat fungsi penalaran turun hingga 3,6 persen pada pria dan wanita berusia 45-49 tahun.
Penurunan terbesar terjadi pada responden pria berumur 65-70 tahun, yaitu 9,6 persen, pada wanita umur sama hanya 7,4 persen. Pemimpin studi dari Pusat Penelitian Epidemiologi dan Kesehatan Masyarakat Perancis, Archana Singh-Manoux, kepada BBC, Jumat (6/1), mengatakan, penelitian ini membuktikan penurunan kognitif selama 20-30 tahun bisa memicu demensia (hilang ingatan). Tingkat demensia akan makin tinggi jika penderita merokok.


”Penting untuk mengidentifikasi faktor risiko sejak dini. Jika gejala penyakit muncul pada usia 50-an tahun tetapi baru diamati pada usia 60-an tahun, sulit membedakan mana sebab dan akibat,” katanya.
Manajer Penelitian Komunitas Alzheimer Inggris Anne Corbett mengatakan, studi UCL yang dimuat dalam British Medical Journal ini menambah debat tentang kapan penurunan kemampuan kognitif otak dimulai.
”Perlu penelitian lebih lanjut untuk memahami bagaimana pengukuran kemampuan otak bisa memperbaiki diagnosis demensia,” ujarnya.
Alzheimer alias pikun merupakan penyebab demensia terbesar pada orang tua. Kepala Pusat Penelitian Alzheimer Inggris Simon Ridley mengatakan, meski belum diketahui cara pasti mencegah Alzheimer, gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, makan makanan sehat, serta menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol, dapat mengurangi risiko demensia. (BBC/MZW)

Sabtu, 03 Desember 2011

MEMELUK BINTANG

AKU TAK TAHU BAGAIMANA INI
TELAH BERBAGAI CARA TUK MEBUKA
BETAPA SAKITNYA ....
MENAHAN RINDU DIDADA

BUKALAH HATIKU
SEHINGGA KU BISA MELEPAS INI SEMUA
SUDAH SERING KURASA
KEKOSONGAN HATI

KU SUNGGUH RELA
TUK MENANTI INI SEMUA
DEMI MEREKA YG TERCINTA

LIHAT LANGIT BIRU
KU SLALU MENATAP WAKTU
KAPANKAH CEPAT BERLALU

DAPATKAH KAU RASAKAN
APA YANG KURASAKAN
RINDU KU TAK BERBALAS

DISINI KU HANYA MEMBAYANGKAN 
KU INGIN KAU MENEMANIKU
TUK MEMELUK BINTANG

Rabu, 23 November 2011

8 Penyakit yang Ditandai Kesemutan

Kebanyakan orang pernah mengalami kesemutan kala duduk bersila terlalu lama atau tertidur dengan tangan tertindih kepala. Kondisi ini juga terjadi saat tekanan itu berlanjut tepat pada saraf. Namun, kesemutan akan hilang bila tekanan sudah tidak ada lagi.
Kesemutan juga bisa menjadi indikasi dari banyak penyakit, seperti diabetes melitus, hipertensi, saraf terjepit, gangguan aliran darah pada pembuluh darah tepi, maupun gangguan darah. Ada kalanya pada mereka yang belum diketahui mengidap diabetes, kesemutan dapat menjadi gejala awal diketahuinya diabetes.
Paresthesia atau kesemutan kronis sering merupakan simtom dari penyakit neurologis atau trauma kerusakan saraf. Penyebabnya adalah gangguan yang memengaruhi sistem saraf pusat seperti stroke dan stroke mini, multiple sklerosis, mielitis transversa, dan ensefalitis. 
Tumor maupun lesi vaskular yang menekan otak atau sumsum tulang juga bisa menimbulkan paresthesia. Sindrom saraf seperti sindrom saluran carpal (CTS) bisa merusak saraf perifer dan menyebabkan paresthesia diiringi rasa nyeri.
Berikut ini sejumlah penyakit yang ditandai oleh gejala kesemutan.
1. Diabetes melitus (DM)
Pada pasien DM, kesemutan merupakan gejala kerusakan pada pembuluh darah. Akibatnya, darah yang mengalir di ujung-ujung saraf berkurang. Kondisi ini dapat diatasi dengan mengendalikan kadar gula darah secara ketat, juga mengonsumsi obat seperti gabapentin, vitamin B1 dan B12.
2. Stroke
Kesemutan dapat jadi tanda stroke ringan. Biasanya disebabkan sumbatan pada pembuluh darah di otak, yang mengakibatkan kerusakan saraf setempat. Gejala lain yang muncul: rasa kebas separuh badan, lumpuh separuh badan, buta sebelah mata, sukar bicara, pusing, penglihatan ganda dan kabur.
Gejala berlangsung beberapa menit atau kurang dari 24 jam. Biasanya terjadi waktu tidur atau baru bangun. Kondisi ini harus ditangani karena bisa berkembang menjadi stroke berat.
3. Penyakit jantung
Kesemutan tak hanya akibat neuropati tekanan, tetapi karena komplikasi jantung dengan sarafnya. Pada pasien jantung yang sedang menjalani operasi pemasangan klep, terdapat bekuan darah yang menempel. Bekuan itu bisa terbawa aliran darah ke otak, sehingga terjadi serebral embolik.
Bila sumbatan di otak mengenai daerah yang mengatur sistem sensorik, si penderita akan merasakan kesemutan sebelah. Jika daerah yang mengatur sistem motorik juga terkena, kesemutan akan disertai kelumpuhan.
4. Infeksi tulang belakang
Ini menyebabkan bagian tubuh dari pusar ke bawah tak dapat digerakkan. Penderita tak dapat mengontrol buang air kecil. Buang air besar pun sulit. Penyakit ini dinamakan mielitis (radang sumsum tulang belakang). Tingkat kesembuhan tergantung pada kerusakannya. Bisa sembuh sebagian, tetapi ada juga yang lumpuh.
5. Rematik
Penyakit ini bisa menimbulkan kesemutan atau rasa tebal. Dalam hal ini saraf terjepit akibat sendi pada engsel, misalnya sendi pergelangan tangan, berubah bentuk. Gejala kesemutan biasanya hilang sendiri bila rematik sembuh.
6. Spasmofilia (tetani)
Gejala kesemutan juga bisa merupakan tanda penyakit spasmofilia (tetani). Penyakit ini timbul karena kadar ion kalsium dalam darah berkurang. Penyebabnya adalah menurunnya tegangan karbondioksida dalam paru-paru. Gejala lain : kejang pada tungkai, sulit tidur, emosi labil, takut, lemah, sakit kepala sebelah atau migrain, dan hilang kesadaran.
7. Guillain-barre syndrome
Kesemutan bisa jadi salah satu indikasi penyakit ini. Ditandai gejala demam tinggi, batuk, dan sesak napas. Juga diikuti rasa kesemutan dan kebas. Kesemutan biasanya terasa di sekujur tubuh, khususnya pada ujung jari kaki dan tangan karena virus menyerang sistem saraf tepi.
Bila keadaan itu tidak segera diatasi, serangan akan berlanjut ke organ vital. Akibatnya, penderita merasa sesak napas dan lumpuh di seluruh tubuh.
8. Cytomegalovirus (CMV)
Ada kesemutan yang didahului flu berat. Kesemutan akan menghebat mulai dari ujung jari, menjalar hingga ke pusar. Penderita bisa hanya merasa kebas atau sampai sulit berjalan, berarti sumsum tulang belakang kena radang. Ini akibat serangan virus, biasanya cytomegalovirus. (Abdi Susanto)

KOPI MENGURANGI RESIKO KANKER

Kopi kini masuk dalam daftar minuman yang mendatangkan manfaat positif untuk kesehatan. Beberapa studi, meski berskla kecil, menyebutkan kopi bisa mengurangi risiko kanker. Dalam riset terbaru disebutkan konsumsi kopi dapat melindungi perempuan dari kanker endometrium (lapisan rahim).

Temuan ini melibatkan lebih dari 67.000 relawan. Para peneliti menemukan bahwa perempuan yang minum lebih dari empat cangkir kopi sehari selama periode 26 tahun mempunyai risiko 25 persen lebih kecil mendapatkan kanker. Sedangkan pada perempuan yang minum 2-3 cangkir kopi sehari, memiliki risiko 7 persen lebih rendah mengidap kanker endometrium.

"Temuan ini terlalu dini untuk membuat sebuah rekomendasi bahwa perempuan peminum kopi memiliki risiko lebih rendah terkena kanker endometrium," kata Dr Edward Giovannucci, profesor gizi dan epidemiologi di Harvard School of Public Health.
Giovannuci mengatakan bahwa kopi mengandung antioksidan lebih tinggi ketimbang buah dan sayuran. Namun, dia mengungkapkan bahwa temuan ini hanya melihat hubungan antara kopi dan penurunan risiko kanker endometrium. Bukan untuk membuktikan bahwa kopi sebagai pencegah kanker.

Temuan ini diterbitkan pada journal Cancer Epidemiology, Biomarkers & Prevention. Giovannuci mengaku bahwa temuan ini bukanlah satu-satunya yang mengungkapkan tentang manfaat kopi bagi kesehatan.
Ia menambahkan, kopi juga telah terbukti mampu melindungi seseorang dari penyakit diabetes. Sementara itu, menurut peneliti lain dari Harvard, Dr Rob van Dam, kopi telah dikaitkan dengan penurunan risiko depresi pada wanita serta beragam manfaat lainnya.

Minggu, 20 November 2011

CINTAKU MEMBAWAKU KE RUMAH SAKIT JIWA

Berawal  dari persahabatan,   Iyok  dan Mira  menjalin hubungan sebagai mana orang pacaran.
Mereka tumbuh di desa yang sama dengan status yang sama , sama- sama sudah putus sekolah,  Iyok hanya berijzah SD dan Mira hanya tamat Tsanawiyah sederajat  SMP.


Hari – hari , mereka lalui dengan penuh canda, tawa dan penuh kemesraan  dan  selalu berdua. Hingga orang kampung sudah melihat mereka pasangan yang sudah tak dapat dipisahkan.
Hubungan mereka telah mereka jalin selama 4 tahun. Hingga suatu hari Iyok berterus terang ingin meminang Mira. Dan Mira menyetujui usulan Iyok. Karena memang usia mereka yang sudah pantas untuk menikah Iyok berumur 25 thn dan Mira 24 Tahun


Dengan semangat cinta didada  Iyok mengutarakan maksud hatinya dengan orang tuanya. Dan Alhamdulillah orang tua Iyok tak keberatan tuk meminang Minah.
Kedua orang tua Iyok bertamu kerumah Mira  dengan maksud ingin meminang Mira.
Ternyata kedatangan Orang Tua Iyok dengan maksud melamar , ditolak oleh orang tua Mira. Dengan alasan Iyok yang belum mempunyai  pekerjaan tetap dan masih menganggur.  Orang tua Mira mengharap Iyok punya pekerjaan dulu baru bisa melamar anaknya.


Ternyata penolakan Orang tua Mira membuat mental Iyok terpukul, 2 bulan setelah penolakan tsb, Iyok  mulai terlihat menyendiri dan mulai marah-marah tanpa sebab dan sangat gampang tersingung tanpa sebab. Sampai-sampai ibunya sendiri pernah mau di cekek olehnya.


Melihat perkembangan mental  Iyok, orang tuanya membawa iyok berobat ke Dukun di kampung sebelah. Tiga bulan pengobatan dengan sang Dukun , mulai terlihat perubahan perbaikan mental Iyok.
Sebulan kesembuhan, teman sekampung Iyok mengajak merantau ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Karena rasa cinta dan sayangnya dengan Mira belum pupus, Iyok nekat ke Jakarta  berbekal ijazah SD.


Setahun di Jakarta Iyok hanya bisa mendapat pekerjaan sebagai buruh bangunan, dengan gaji mingguan. Iyok sangat bersemangat bekerja karena ambisinya yang ingin mengumpulkan uang untuk meminang Mira di kampung. Tapi apa kenyataan yang di hadapi Iyok tak sesuai impiannya.
Kehidupan di Jakarta tak bisa membuat Iyok mengumpulkan uang. Upah buruhnya hanya sanggup untuk makan hariannya. Itupun kadang ngutang di warteg langganannya.


Keadaan ini membuat Iyok semakin tertekan dan kembali  mengalami  depresi. Iyok sering terlihat  ngomong sendiri, kadang  Iyok sering tersenyum dan tertawa sendiri. Dan bekerja tidak segiat hari-hari biasanya. Rekan sekerjanya mulai curiga dengan gejala aneh Iyok. Sebelum semakin parah. Rekan kerjanya berinisiatif menelepon orang tua  Iyok di kampung dan menceritakan keadaan Iyok di Jakarta.
Dan Iyok pun di Jemput oleh orang tuanya dan kembali pulang kampung . Dan kembali lagi dibawa kedukun untuk berobat.  Dan memang terlihat hasilnya, Iyok kelihatan tenang tapi masih tetap suka menyendiri.


Setahun kemudian, Iyok tanpa sengaja bertemu dengan pacar lamanya Mira di pasar tradisional. Dan dengan penuh harapan Iyok mengharap agar Mira kembali dengannya.  Tapi sayang,  Mira sudah bertunangan dan sudah pasti permintaan itu di tolak Mira dengan tegas.


Alhasil ini semakin memicu  depresi Iyok kembali ,  Iyok semakin sering mengoceh tak karuan, marah tanpa sebab dan sering menutup telinganya dengan alasan suara Mira dan suara lain sering bergaung di telinganya. Dan  sering terlihat  oleh orang kampung , Iyok  sering berbicara dengan pohon dan binatang.


Melihat ke jiwaan Iyok, orang tua Iyok membawanya ke  RSJ atas anjuran tetangganya . Untuk di Cek kejiwaannya. Hingga kini Iyok jadi penghuni tetap Rumah Sakit Jiwa Medan  dan selalu jadi pengawasan Dr. Susiati yang simpati dengan kisah Iyok. ( Kisah nyata dari Pengakuan Seorang Pasien RSJ )