Senin, 19 September 2011

Mengapa Menjadi Tua Berarti Semakin Baik


Menua tidak selalu mengindikasikan hal-hal buruk akan datang. Ungkapan bahwa "kebijaksanaan muncul seiring bertambahnya usia" mungkin benar adanya.
Walau tak semua mungkin akan merasakannya, namun sebuah penelitan terbaru yang dimuat Journal of Social Sciences and Medicine menunjukkan bahwa ketika bertambah usia, kita tumbuh dengan perasaan yang lebih bahagia dan puas. Memang tampak kontra-intuitif, tetapi ini memang terbukti dialami oleh pria maupun wanita di Amerika Selatan dan beberapa belahan dunia.
Bagaimana hal ini terjadi? Berikut adalah beberapa alasannya :
1. Mencapai titik rendah pada usia 44 tahun
Riset para ahli di Amerika Selatan dan Inggris berdasarkan data yang dikumpulkan dari pria dan wanita di 80 negara selama 35 tahun mengungkapkan, terlepas dari jenis kelamin, kebangsaan atau status ekonomi, manusia cenderung mengalami kesejahteraan dalam bentuk kurva "u" dengan tahun terkecil terpenuhi jatuh pada usia awal hingga pertengahan 40-an. Sehingga, semakin usia meningkat, kesejahteraan pun turut meningkat.

2. Cara pandang membaik saat mencapai usia 50
Peneliti yang mempelajari mengenai usia pertengahan juga menemukan bukti serupa bahwa setelah kita mencapai usia 40-an--atau setelah mengalami "krisis paruh baya"--suasana hati (mood) kita membaik, begitu juga dengan berbagai hal lainnya. Ini mungkin terjadi karena kita telah semakin cerdas, setidaknya mengenai beberapa hal. Beberapa jenis beban mental juga sebenarnya menjadi lebih mudah ketika kita menginjak usia 50 hingga 60-an, karena kita menerapkan akumulasi pengetahuan atau "crystallized intelligence" terhadap informasi baru.
3. Kita menjadi lebih "goal-oriented."
Pada usia 20 hingga 30-an, kita mengatur standar yang tinggi terhadap diri sendiri baik secara personal maupun profesional. Jika kita tidak mencapai tujuan tersebut dengan standar yang diinginkan saat mencapai 40-an, inilah saat dimana kita cenderung mengalami depresi dan ketidakpuasan yang terkait dengan usia menengah. Tetapi, ketika berusia 50-an, kita menjadi lebih realistis, lebih mementingkan hal-hal yang benar-benar penting yang dapat memberikan rasa pemenuhan (fulfillment), sehingga kemudian kita mulai dapat mengatur tujuan yang baru dan kembali fokus untuk mencapainya.
4. Menemukan kepuasan di dalam pencapaian
Jika kita menghabiskan awal dekade kedewasaan dengan mengidentifikasi diri seperti lirik lagu "(Can't Get No) Satisfaction" dari Rolling Stones. Tidak demikian halnya ketika usia mencapai 50 dan 60-an, karena di pada tahap ini kita cenderung mengubah cara pandang dan hati kita.
Setelah memeriksa realita pada usia 40an dan merumuskan kembali tujuan serta pembaruan, kita menjadi lebih bisa menggunakan sisa usia dengan melihat segala sesuatu dengan jelas dan menghargai proses darimana kita berasal, bagaimana kita dapat sampai di sana, dan apa saja yang telah kita capai di sepanjang jalan.


Berpelukan Lebih Intim daripada Bercinta


Bila Anda diminta memilih antara ngobrol bersama pasangan di sofa (sambil sesekali berciuman) dan bercinta di atas ranjang, mana yang jadi pilihan Anda? Bila pertanyaan tersebut dilontarkan kepada pasangan Inggris, lebih dari separuhnya memilih duduk-duduk di sofa saja.
Sebanyak 53 persen dari pasangan tersebut memang lebih memilih menghabiskan sore hari dengan berpelukan sambil berciuman. Sedangkan 98 persennya menganggap seks juga penting, meskipun bukan yang terpenting bila dibandingkan dengan komitmen, persahabatan, dan selera humor yang tinggi.

Jajak pendapat yang melibatkan 1.000 orang Inggris ini diadakan oleh perusahaan kesehatan, Bayer, untuk melihat bagaimana sentuhan memainkan peran dalam hidup kita. Enam dari 10 pasangan yang disurvei mengaku bahwa disentuh oleh pasangan menimbulkan pengaruh yang positif, karena membantu menciptakan suasana rileks dan mengurangi ketegangan.

Mayoritas dari responden, atau sebanyak 88 persennya, mengatakan stres, kelelahan, dan pertengkaran, sebagai hambatan utama dalam membangun keintiman dengan pasangan. Sementara itu lebih dari 51 persennya menyalahkan situs jejaring sosial seperti Facebook dan MySpace sebagai penyebab kurangnya interaksi fisik di antara mereka.

Survei ini juga mengungkapkan bahwa perempuan kerap menjadi pihak yang enggan berinisiatif dalam melakukan kontak seksual. Sembilan dari 10 perempuan mengakui bahwa mereka menunggu pasangannya yang mengambil tindakan lebih dulu di ruang tidur. Bahkan 54 persen perempuan mengatakan bahwa mendiskusikan alat kontrasepsi dengan pasangan saja terlalu memalukan, apalagi membahas kapan mau bercinta.

"Kontrasepsi itu dapat mempengaruhi keintiman, lho," kata Dr Diana Mansour, pakar kesehatan seksual di Inggris. "Kalau Anda tidak memilih kontrasepsi yang benar, yang cocok untuk Anda, Anda bisa mengalami efek samping yang menyusahkan yang bisa mengubah hasrat seksual."

Anda yang merasa rikuh saat harus menginisiasi hubungan intim dengan suami pasti tak lagi merasa sendiri dengan adanya penelitian ini. Ternyata, perempuan mana pun di seluruh dunia mengalaminya. Meskipun demikian, jangan dijadikan kebiasaan ya. Pria juga senang kalau pasangannya mau melakukan inisiatif untuk urusan satu ini, lho.

KEKUATAN SENTUHAN


Sentuhan adalah satu-satunya dari lima indera yang tidak terpengaruh oleh usia. Saat kita menua, indra penciuman menjadi kurang tajam, indra perasa menjadi sulit membedakan, indra pendengaran menurun dan penglihatan memerlukan bantuan, tetapi indra peraba kita tidak berubah. Malah, kebutuhan untuk menyentuh dan disentuh meningkat.
Sesungguhnya manusia terlahir dengan kebutuhan akan sentuhan. Jika bayi dan anak-anak kurang sentuhan maka mereka akan tumbuh menjadi anak yang kurang peka dan sulit berempati pada orang lain.
Bukan hanya manusia, mamalia lain juga menyukai sentuhan. Ada banyak penelitian ilmiah pada orang utan, simpanse, kucing, atau anjing yang menunjukkan efek yang sangat berbeda antara bayi hewan-hewan itu ketika mereka banyak disentuh dan yang miskin sentuhan.

Diane Ackerman, penulis buku A Natural History of the Senses, menyebutkan peraba adalah indra dengan fungsi dan kualitas yang unik. Sentuhan akan berpengaruh pada seluruh organisme. "Sentuhan lima kali lebih kuat dari kata-kata dan kontak emosional. Tidak ada indra lain yang mudah dibangkitkan selain lewat sentuhan," katanya.
Jika sentuhan dirasa tidak menyenangkan, tidak akan ada spesies. "Seorang ibu tidak akan menyentuh anaknya jika mereka tidak merasa hal itu menyenangkan. Jika kita tidak suka disentuh dan menyentuh, mungkin tidak akan ada seks," kata Saul Schanbergh.
Sebuah penelitian juga menunjukkan sentuhan dari pasangan yang dicintai memiliki kekuatan dua kali lipat dalam melawan stres. Sentuhan dan rasa nyaman yang diciptakan juga meningkatkan imunitas dan mempercepat kesembuhan.
Semakin bertambahnya usia, membuat kebutuhan akan rasa dicintai pun meningkat. Kita perlu belajar memberi sentuhan melalui pelukan, ciuman, atau berpegangan tangan pada orang yang kita cintai karena kebutuhan akan perasaan dicintai dan tidak sendiri merupakan salah satu cara manusia bertahan hidup

Nonton TV Berjam-jam Tingkatkan Risiko Kematian


Orang yang gemar menonton televisi hingga berjam-jam ternyata meningkatkan risiko kematian dengan berbagai sebab. Penelitian terbaru bahkan menyebutkan, setiap jam yang kita habiskan untuk memelototi layar televisi bisa meningkatkan 11 persen risiko kematian dari sebab-sebab apa pun, dan 18 persen dari penyakit kardiovaskular saja. Studi ini diperoleh dari pengamatan mengenai hubungan antara kebiasaan menonton televisi dan kematian 8.800 orang Australia.
Saat nongkrong di depan televisi, Anda pasti tak sendiri, melainkan ditemani sebungkus keripik kentang, gorengan, ditambah teh manis atau minuman bersoda. Bila sudah memangku kantong keripik, Anda pasti bisa duduk sampai malam. Itu sebabnya orang seperti ini disebut sebagai Mr Couch Potatoes.

Penemuan ini terlepas dari fakta bahwa para peneliti juga memperhitungkan faktor lain yang dapat meningkatkan risiko kematian, seperti usia, gender, lingkar pinggang, dan kebiasaan berolahraga.
Sebanyak 3.846 pria dan 4.954 wanita Australia berusia di atas 25 tahun dan memiliki sejarah penyakit kardiovaskular mengikuti penelitian ini. Responden ditanya mengenai gaya hidup mereka, termasuk berapa lama waktu menonton televisi dalam minggu terakhir. Peneliti juga memeriksa kadar kolesterol dan gula darah responden.

Meskipun penelitian yang berlangsung selama 6 tahun ini hanya melibatkan orang Australia, orang Amerika juga perlu berhati-hati. Orang Australia dan Inggris rata-rata menonton televisi 3 jam sehari. Sedangkan menurut lembaga riset media Nielsen, orang Amerika rata-rata menonton televisi selama 5 jam. Mereka yang menonton televisi selama 4 jam atau lebih memiliki peningkatan risiko sebanyak 46 persen akibat sebab apa pun, dan 80 persen akibat penyakit kardiovaskular.

Penelitian ini juga hanya berfokus pada kebiasaan menonton televisi karena itulah aktivitas utama dalam banyak negara maju (ketimbang tidur). Meskipun demikian, disinggung juga bahwa duduk di depan komputer sepanjang hari juga memiliki risiko yang sama.

"Banyak aktivitas normal dalam kehidupan sehari-hari seperti berdiri, atau menggerakkan otot di tubuh, sudah berubah menjadi duduk," ujar David Dunstan, penulis studi dan peneliti di Baker IDI Heart and Diabetes Institute di Victoria, Australia.

Perubahan teknologi, sosial, dan ekonomi membuat orang tak lagi menggerakkan otot-otot mereka sebanyak dulu. Dengan sendirinya tingkat penggunaan energi sepanjang hidup mereka juga berkurang. "Bahkan untuk orang dengan berat tubuh yang sehat, duduk dalam waktu lama tetap merupakan pengaruh tak sehat terhadap kadar gula darah dan lemak darah," tukasnya.
Di Indonesia, rasanya sih faktanya tak jauh berbeda. Sinetron yang ditayangkan sejak sore hingga tengah malam tentu akan mengikat penggemarnya di depan televisi. Mudah-mudahan Anda tak termasuk di dalamnya.

TV Merusak Interaksi Orangtua dan Anak

Beberapa penelitian akhir-akhir ini menunjukkan, menonton TV selama berjam-jam mempunyai efek buruk bagi kesehatan. Namun studi para ilmuwan di Ohio AS mengungkapkan, selain masalah kesehatan, kebiasaan berlama-lama nonton TV pada anak juga bisa mempengaruhi hubungan komunikasi mereka dengan para orang tua.
Penelitian yang diterbitkan dalam Human Communication Research, memperlihatkan bahwa menonton TV dapat menyebabkan berkurangnya interaksi antara orangtua dan anak. Bahkan juga berdampak buruk pada kemampuan menulis, membaca dan bahasa anak.
Studi yang dilakukan oleh Amy Nathanson dan Eric Rasmussen dari Ohio State University, difokuskan untuk melihat 'respon ibu' ketika berkomunikasi dengan anak-anak mereka yang memiliki kebiasaan membaca buku, bermain mainan, dan menonton TV.



Para penulis mengeksplorasi interaksi 73 pasang ibu dan anak. Sebagian para ibu diketahui berusia 30-an dan memiliki gelar sarjana, sementara setengahnya sebagai ibu rumah tangga. Usia anak-anak berkisar antara 16 bulan sampai 6 tahun.
Dalam penelitian tersebut, baik ibu dan anak secara acak diberikan satu dari tiga kegiatan selama sepuluh menit. Setelah itu, orang tua diminta untuk mengisi kuesioner terkait perkembangan bahasa dan kemampuan membaca serta menulis anak mereka.
Hasil penelitian menunjukkan, pada kelompok ibu dan anak yang membaca buku bersama-sama, secara signifikan mempunyai komunikasi yang lebih baik dibandingkan pasangan ibu dan anak yang menonton TV.
Walaupun jumlah komunikasi saat membaca buku tidak secara signifikan lebih tinggi daripada kelompok ibu dan anak yang mainan alat (mobil-mobilan atau boneka). Namun, kualitas respon ibu lebih tinggi ketika anak-anak mereka membaca buku dan bermain dibandingkan menonton TV.
Para peneliti menemukan bahwa ketika orang tua dan anak membaca sebuah buku, mereka akan menggunakan gaya komunikasi yang lebih aktif, mengarahkan anak untuk mempelajari setiap huruf dan kata, dengan demikian meningkatkan perbendaharaan kosakata mereka dan pengetahuan tata bahasa. Sebaliknya pada kelompok ibu dan anak yang menonton TV, hanya sedikit komunikasi yang terjalin.
"Hal ini penting bagi kita untuk membatasi waktu menonton TV pada anak. Hilangnya komunikasi anak dengan orang tua akan berdampak buruk bagi perkembangan anak. Kami mendorong agar para orang tua mencari hiburan di luar TV," kata peneliti.


Makanan Terbaik Penurun Kolesterol


KEBIASAAN dan jenis makanan yang dikonsumsi sehari-hari berperan penting dalam memengaruhi kadar kolesterol darah Anda. Semakin baik pola dan kualitas makanan Anda sehari-hari, tentu makin terjaga pula keseimbangan kolesterol dan kesehatan Anda secara keseluruhan .
Bagi Anda yang ingin terhindar dari masalah kolesterol ada baiknya mulai mempertimbangkan makanan sehat antikolesterol. Berikut adalah lima makanan terbaik menurut Mayo Clinic yang membantu menurunkan kolesterol dan melindungi jantung serta pembuluh darah Anda.
1. Bubur gandum/oatmeal
Oatmeal mengandung serat larut (soluble fiber) yang dapat menurunkan kolesterol buruk (low-density lipoprotein /LDL) Anda. Soluble fiber juga ditemukan pada jenis makanan lain seperti kacang ginjal (kidney beans), apel, buah pir, barley, dan buah prune. Serat yang larut diyakini mampu menurunkan penyerapan kolesterol dalam pencernaan Anda. Mengonsumsi 10 gram lebih serat larut setiap hari dapat menurunkan kadar total LDL. Setiap 1 1/2 cangkir oatmeal matang yang Anda makan mengandung 6 gram serat. Jika Anda tambahkan buah seperti pisang, Anda menambah 4 gram lebih serat .

2. Kacang walnuts, almonds dan jenis lainnya
Berbagai studi menunjukkan, walnut secara signifikan menurunkan kolesterol dalam darah. Kacang ini mengandung banyak asam lemak tak jenuh ganda (polyunsaturated fatty acids) yang dapat membuat pembuluh darah tetap sehat dan elastis. Kacang Almond juga memiliki faedah yang tidak terlalu beda, di mana penurunan kolesterol dapat Anda rasakan setelah sekitar empat minggu.
Diet untuk menurunkan kolesterol dengan 20 persen sumber kalori berasal dari walnut diklaim dapat menurunkan kadar kolesterol LDL hingga 12 persen. Kacang-kacangan umumnya berkalori tinggi sehingga dengan hanya sekitar segenggam (tidak lebih dari 2 ons atau 57 gram) akan memberi faedah.
Namun perlu diingat, ketika Anda mengonsumsinya dengan makanan lain jangan berlebihan. Makan berlebih justru membuat Anda kegemukan dan memicu risiko jantung.
3. Ikan dan asam lemak omega-3
Banyak riset yang mendukung manfaat mengonsumsi ikan dalam menurunkan kolesterol karena ikan kaya kandungan asam lemak omega-3. Asam lemak Omega-3 juga membantu jantung dengan beragam cara seperti menurunkan tekanan darah dan menekan risiko pembekuan darah. Pada pasien yang sudah mengalami serangan jantung, minyak ikan atau asam lemak omega-3 secara signifikan menurunkan risiko kematian mendadak .
Para dokter biasanya merekomendasikan untuk memakan ikan minimal dua kali dalam semingguu. Sumber makanan yang kaya omega-3 terdapat pada makarel, ikan herring, sarden, tuna albacore dan salmon.
Perlu diingat, untuk mempertahankan faedah ikan bagi kesehatan, sebaiknya ikan dipanggang atau dibakar dalam oven. Jika tidak suka ikan, Anda juga bisa mempeoleh omega-3 dari makanan lain seperti ground flaxseed atau canola oil.
Anda juga dapat memperoleh omega-3 atau minyak ikan dari suplemen, tetapi tentu tidak akan mendapatkn semua nutrien penting dalam ikan seperti selenium. Bila Anda memutuskan memakan suplemen, ingatlah untuk tetap memperhatikan pola makan Anda dan makanlah daging yang rendah lemak atau sayuran untuk menggantikan ikan.
4. Minyak Zaitun/Olive Oil
Minyak Zaitun atau olive oil mengandung campuran antioksidan potensial yang dapat menekan kolesterol tanpa mengganggu kadar kolesterol baik (HDL) Anda .
Badan Pengawas Makanan AS (FDA) merekomendasikan untuk mengonsumi sekitar 2 sendok makan (23 gram) olive oil setiap hari untuk menjaga jantung tetap sehat. Untuk menambah olive oil dalam daftar menu, Anda bisa mencampunya dengan sayuran, bumbu cair, atau mencampurnya dengan cuka sebagai pelengkap salad. Anda juga dapat menggunakan olive oil as sebagai pengganti mentega ketika memoles daging.
Beberapa riset menyarankan bahwa efek olive oil dalam menurunkan kolesterol akan lebih besar jika Anda memilih extra-virgin olive oil atau minyak zaitun ekstra murni. Minyak jenis ini tidak melewati proses pengolahan dan penambahan zat kimia yang diyakini mengandung lebih banyak antioksidan menyehatkan. Sebaiknya hindari “light” olive oil karena biasanya jenis ini sudah melewati beragam proses pengolahan sehingga faedahnya tidak akan maksimal.
5. Makanan yang difortifikasi atau diperkaya sterol dan stanol tumbuhan.
Banyak makanan yang kini telah difortifikasi dengan sterol atau stanol — zat dalam tumbuhan yang membantu menahan penyerapan kolesterol.
Margarin, jus jeruk, atau yogurt ada yang sudah difortifikasi dengan sterol yang bisa menurunkan LDL kolesterol hingga 10 persen. Jumlah sterol tumbuhan yang dibutuhkan untuk mencapai target itu sedikitnya 2 gram yang setara dengan dua porsi (237 mililter) jus jeruk dengan fortifikasi sterol dalam sehari.
Sterol atau stanol tumbuhan yang ditambahkan dalam makanan tidak akan memengaruhi kadar trigliserida atau pun HDL. Sterol atau stanol juga tidak akan mengganggu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti A, D, E and K.


Minggu, 18 September 2011

12 Manfaat Tersembunyi Mentimun


KOMPAS.com — Sebagian besar dari kita mungkin sering mengonsumsi buah mentimun atau ketimun. Buah yang dalam bahasa latin bernama Cucumis sativus ini sering kita jumpai dalam setiap hidangan, terutama lalapan, salad, atau acar. Mentimun memiliki kandungan air yang cukup tinggi sehingga berfungsi menyejukkan.
Potongan buah mentimun juga kerap digunakan untuk membantu melembabkan wajah serta dipercaya dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Namun, untuk mengetahui lebih lanjut mengenai nutrisi dan manfaat kesehatan yang terdapat dalam mentimun, mari kita jelajahi area kesehatan apa saja yang didapat dari konsumsi buah yang termasuk suku labu-labuan ini.
1. Perawatan kulit
Mentimun memiliki sifat diuretik, efek pendingin, dan pembersih yang bermanfaat bagi kulit. Kandungan air yang tinggi; vitamin A, B, dan C; serta mineral, seperti magnesium, kalium, mangan, dan silika; membuat mentimun menjadi bagian penting dalam perawatan kulit. Masker wajah yang mengandung sari mentimun digunakan untuk mengencangkan kulit. Asam askorbat dan asam caffeic yang hadir dalam mentimun dapat menurunkan tingkat retensi air, yang pada gilirannya mengurangi pembengkakan di sekitar mata.

2. Fungsi pencernaan
Masalah pencernaan, seperti mag, gastritis keasaman, dan bahkan tukak, dapat disembuhkan dengan mengonsumsi jus mentimun segar setiap hari. Kandungan serat makanan dalam mentimun dapat mengusir racun dari sistem pencernaan sehingga memingkatkan proses pencernaan. Bahkan, mengonsumsi mentimun setiap hari dinilai sangat ampuh sebagai obat sembelit.
3. Kesehatan sendi
Dalam mentimun terkandung silika yang dapat mempromosikan kesehatan sendi Anda dengan memperkuat jaringan ikat.
4. Pencernaan protein
Mentimun mengandung enzim erepsin yang membantu dalam pencernaan protein.
5. Tekanan darah
Potasium, magnesium, dan serat yang hadir pada mentimun dapat membantu Anda menjaga tekanan darah tetap normal.
6. Membunuh cacing pita
Biji mentimun dianggap sebagai obat alami untuk mengusir cacing pita di saluran usus. Bahkan, biji mentimun juga dikenal bermanfaat sebagai antiinflamasi serta efektif dalam pengobatan pembengkakan selaput lendir (hidung) dan tenggorokan.
7. Perawatan kuku
Mentimun kaya akan kandungan silika, dapat mencegah pecah dan rusaknya kuku-kuku di jari kaki dan tangan.
8. Atasi encok dan rematik
Jus mentimun diperkaya kandungan vitamin A, B1, B6, C, dan D serta folat, magnesium, dan kalsium ketika dicampur dengan jus wortel dapat membantu pasien yang mengalami nyeri sendi dengan cara menurunkan asam urat.
9. Mengobati sakit gigi dan gusi
Penyakit mulut pada gigi dan gusi, khususnya pyorrhea, dapat diobati secara efektif dengan jus mentimun. Konsumsi mentimun mentah juga dapat meningkatkan air liur serta berfungsi menetralisasi asam dan basa di dalam rongga mulut.
10. Diabetes
Jus mentimun dikenal dapat membantu kesehatan pasien diabetes. Kandungan mineral mangan bermanfaat dalam sintesis insulin alami di dalam tubuh.
11. Perawatan ginjal
Mentimun menunjukkan manfaat dalam membantu meringankan masalah kandung kemih dan ginjal. Air yang terkandung dalam mentimun membantu fungsi ginjal dengan melancarkan proses urinasi. Faktanya, mentimun merupakan diuretik alami terbaik.
12. Suburkan rambut
Mentimun mengandung silika. Jus mentium yang dicampur dengan wortel, bayam, dan selada akan membantu penyuburan rambut. Silika terdapat dalam jaringan ikat di dalam tubuh. Senyawa ini membantu pertumbuhan rambut sehingga jika rajin mengonsumsi makanan mengandung silika, Anda akan memiliki rambut yang bagus dan tulang yang sehat.